Langsung ke konten utama

Tak bertanggung jawab

" Bagus Dek! Kamu anak yang aktif! Dan bertanggung jawab! "
" Makasih kak! "

Kak. Dion selalu saja memuji Valam. Valam itu anak yang suka pamor ( suka mencari perhatian atau cari muka ). Kalau memang dia aktif dan bertanggung jawab. Kenapa dia melalaikan tugasnya sebagai Ketua kelas. Pertama sih, dia sregep. Lama - lama apa coba. Anggotanya pada ngomong sendiri malah dibiarkan. Anggotanya pada gak kumpulin tugas, dia ikut - ikut tidak kumpulin tugas. Anggotanya todak piket di diemin. Kalau ulangan, selalu kumpulin lebih awal dan dapetnya juga tidak tuntas. Valam juga sudah terkenal di kalangan guru bahwa lelaki suka ngomong. Dan percuma juga dia menasehatibtemen - temenya tapi kalau tidak bisa bertindak seperti yang ia katakan. Wali kelasnya saja sebenarnya sampai jengkel. Tapi tidak mungkin wali kelas mengungkapkan secara terbuka padanya.

Kepribadian jelek itu tidak bisa ditutup tutupi. Kalau sudah menempel pada dirinya dan tidak mau merubah ke yang baik. Nanti baunya juga akan tercium. Dan Ketika kak. Dion tahu. Kak. Dion akan terkejut!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI " SEPISAUPI "

BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEPISAUPI Sepisau luka sepisau duri Sepikul desa sepukau sepi Sepisau duka serisau diri Sepisau sepi sepisau nyanyi Sepisaupa sepisaupi Sepisapanya sepikan sepi Sepisaupa sepisaupi Sepikul diri sekeranjang diri Sepisaupa sepisaupi Sepisaupa sepisaupi Sepisau sepisaupi Sampai pisaunya ke dalam nyanyi Oleh : Sutardji Calzoum Bahri A.     Analisis Puisi “ SEPISAUPI “.   Pendahuluan Sastra dengan bahasa merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara sastra dengan bahasa bersifat dialektis (Wellek dan Warren, 1990: 218). Bahasa sebagai sistem tanda primer dan sastra dianggap sebagai sistem tanda sekunder menurut istilah Lotman (dalam Teeuw, 1984: 99). Bahasa sebagai sistem tanda primer membentuk model dunia bagi pemakainya, yakni sebagai model yang pada prinsipnya digunakan untuk mewujudkan konseptual manusia di dalam menafsirkan segala sesuatu baik di dalam maupun di luar dir...

Begitulah Aku

Meramu kata dalam kalbu Terilhami oleh dirimu Menggerogoti akal budi Mempertanyakan lagi rasa ini Lakumu telah mengurungku Membatasi ruang Menjadi portal dalam hidup Ketabahan dan ikhlas ialah kunci Meleburkan setiap angkara Luka batin yg tak terselami Menyatu padu membentuk api Api yang bersumbu dari hati Pikirakanlah! Tentang kebaikan dan kesetiaan, Kesucian dan kelembutan, juga pengendalian Rasakan detak jantung di dadamu Tiada henti menghidupi Begitu pula aku

Jangan bertanya mengenai pilihan atau uraian

Kehidupan yang sedang kita alami ini bukanlah sebuah pilihan maupun uraian. Banyak orang bertanya, " Hei! Kalian hidup ingin senang atau ingin susah? ", dan hanya ada satu jawaban sesuai dengan pilihan kita. Jika hidup kita hanya memilih dan memilih saja, di mana nilai proses itu. Memang memilih juga berat, karena tidak sembarangan kita juga memilih. Tetapi yang belum kita sadari, bahwa hidup juga uraian proses dari pilihan kita. Jika kita memilih hidup untuk bahagia, uraian dari pilihan itu adalah apa yang membuat kita bahagia, siapa yang membuat kita bahagia, kapan kita bahagia, mengapa kita memilih bahagia, bagaimana kita tetap bahagia dan lain sebagainya. Hal - hal tersebut tidak dapat diisikan dengan pilihan, tapi diisikan dengan uraian. Sehingga, hidup bukanlah pilihan atau uraian. Namun hidup itu sebuah pilihan yang mana pilihan itu akan dipenuhi dengan uraian yang menjadikan pengalamam hidup kita.