Langsung ke konten utama

Duka Pagi

" Pagi yang Indah, fajar menyinari bumi dengan malunya dan embun masih membasahi rumput rumput di halaman. Begitu besar anugrah Tuhan di pagi ini. Pasti ada kabar baik. " pikir Niska

Suara bel dari pengantar koran membuyarkan lamunanku tentang suasana pagi ini. Ku sapa bapak itu dengan senyuman. Lalu bapak itu berkata " Mari mbak, saya lanjut dulu ". Aku pun menjawab, " silahkan pak ".

Sembariku berjalan kembali ke dalam rumah, tak sengaja ku lihat informasi yang masih hangat. Informasi itu tertulis , " Kebakaran Toko Sembako ". Karena rasa penasaran, ku baca isi berita tersebut. Ternyata! Toko itu adalah Toko milik paman Pudjo. Dan segera aku berlari memberitahukan ayah dan ibu.

" Ayah! Ibu! Toko paman di Temanggung terbakar ludes! ".
" Apa maksudmu, Nis? ", tanya Ibu
" Toko paman terbakar. Ini di koran ada. Dan menewaskan 1 korban bersama Suprimali "
" Astaga! Ayo bergegas kita ke temanggung. Bu, ambilkan baju hitam ayah di almari! ", sambung ayah.
" Iya yah. Nis! Segeralah persiapan untuk berangkat. ", perintah ibu
" Iya bu ".

Pagi itu tak sama seperti suasana hati yang aku rasakan barusan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI " SEPISAUPI "

BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEPISAUPI Sepisau luka sepisau duri Sepikul desa sepukau sepi Sepisau duka serisau diri Sepisau sepi sepisau nyanyi Sepisaupa sepisaupi Sepisapanya sepikan sepi Sepisaupa sepisaupi Sepikul diri sekeranjang diri Sepisaupa sepisaupi Sepisaupa sepisaupi Sepisau sepisaupi Sampai pisaunya ke dalam nyanyi Oleh : Sutardji Calzoum Bahri A.     Analisis Puisi “ SEPISAUPI “.   Pendahuluan Sastra dengan bahasa merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara sastra dengan bahasa bersifat dialektis (Wellek dan Warren, 1990: 218). Bahasa sebagai sistem tanda primer dan sastra dianggap sebagai sistem tanda sekunder menurut istilah Lotman (dalam Teeuw, 1984: 99). Bahasa sebagai sistem tanda primer membentuk model dunia bagi pemakainya, yakni sebagai model yang pada prinsipnya digunakan untuk mewujudkan konseptual manusia di dalam menafsirkan segala sesuatu baik di dalam maupun di luar dir...

Sinopsis Novel Sang Pencerah

Ahmad Dahlan adalah seorang pendiri organisasi Muhammadiyah yang penuh dengan tantangan dalam mengembangkan dan mengajarkan Agama Islam. Banyak dari pemikirannya yang ditentang keras oleh keluarga, kerabat, dan lingkungan masyarakat Kauman. Sejak kecil Dahlan memiliki pemikiran modern yang berbeda dengan saudaranya mengenai tradisi yang mengaitkan agama yang tidak masuk akal, seperti yasinan,  ruwatan, dan padusan. Baginya yang seperti itu tidak ada dalil yang mewajibkannya sehingga anggapan tentang tradisi bagi Dahlan dinilai salah kaprah. Sejak kecil Dahlan hidup dalam lingkungan pesantren yang membekalinya pengetahuan tentang agama dan bahasa Arab sehingga pada usia lima belas tahun beliau sudah menunaikan ibadah haji yang selanjutnya menuntut ilmu agama dan bahasa Arab di Makkah selama lima tahun. Bekal ilmu yang didapatnya selama di Makkah, membuatnya semakin intens dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam dunia Islam. Adanya interaksi dengan pembaharu tokoh-tokoh Islam, be...

Isyarat TUHAN

Di masa seperti ini Ibu Pertiwi mengeluhkan air mata Menatap negeri ini Diterpa bencana alam Banjir, Tsunami Kebakaran, Gempa bumi Tanah longsor, Gunung   meletus, Mengukir sejarah kehidupan Dan telah menjadi kekayaan negeri ini Alhasil Terpisah dari keluarga Kehilangan harta, dan Kehilangan nyawa Semua ini adalah ulah manusia Membuat murka Yang Mahakuasa Hal inilah Sepatutnya manusia terbangun Tuhan memberikan isyarat Supaya manusia senantiasa bersyukur kepadaNya Dalam kondisi apapun jua  26 Desember 2014 Karya Dandi Hermawan X Bahasa dan Budaya