Langsung ke konten utama

Kakek Muda



“Tumben sekali rapi, mau kemana kek? “ tanya cucu kakek.
Belum kakek menjawab, istri kakek pun menjawabnya dari luar kamar. “ Cu, kamu ini kok heran to, kakekmu inikan memang orangnya rapi. “
lalu, setelah nenek menjawab pertanyaan cucu, nenek menyusul cucunya di kamar kakek. Tiba – tiba nenek merasa ada yang aneh dari penampilan kakek. Biasanya si kakek ini rapinya tanpa memakai kopyah, kaca mata hitam dan sepatu.
“ suamiku, sebenarnya ini kamu mau kemana? Kok tumben sekali pakai kopyah, kacamata seperti itu dan sepatu?” tanya nenek.
“ ah, kamu ini ingin tahu saja urusanku! “ bentak si kakek.
Lalu nenek pun menjawabnya “ kakek ini di tanya baik – baik malah jawabnya seperti itu, aku ini istrimu, dan bercerminlah kek, kamu ini sudah tua kok berlagak seperti anak muda saja. Malu sama cucu kek! “.
Lalu kakek pun menghadap ke cermin dan dia menatap dari ujung rambutnya sampai ujung kakinya. Karena kritikan dari sang istri, kakek pun menjawab “ Maafkan aku sayang, aku lupa diri, ternyata aku memang sudah tua dan tidak muda seperti dulu. Terima kasih istriku, kau sudah mengingatkanku. “ lalu kakek menghampiri nenek dan memeluknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI " SEPISAUPI "

BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEPISAUPI Sepisau luka sepisau duri Sepikul desa sepukau sepi Sepisau duka serisau diri Sepisau sepi sepisau nyanyi Sepisaupa sepisaupi Sepisapanya sepikan sepi Sepisaupa sepisaupi Sepikul diri sekeranjang diri Sepisaupa sepisaupi Sepisaupa sepisaupi Sepisau sepisaupi Sampai pisaunya ke dalam nyanyi Oleh : Sutardji Calzoum Bahri A.     Analisis Puisi “ SEPISAUPI “.   Pendahuluan Sastra dengan bahasa merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara sastra dengan bahasa bersifat dialektis (Wellek dan Warren, 1990: 218). Bahasa sebagai sistem tanda primer dan sastra dianggap sebagai sistem tanda sekunder menurut istilah Lotman (dalam Teeuw, 1984: 99). Bahasa sebagai sistem tanda primer membentuk model dunia bagi pemakainya, yakni sebagai model yang pada prinsipnya digunakan untuk mewujudkan konseptual manusia di dalam menafsirkan segala sesuatu baik di dalam maupun di luar dir...

Begitulah Aku

Meramu kata dalam kalbu Terilhami oleh dirimu Menggerogoti akal budi Mempertanyakan lagi rasa ini Lakumu telah mengurungku Membatasi ruang Menjadi portal dalam hidup Ketabahan dan ikhlas ialah kunci Meleburkan setiap angkara Luka batin yg tak terselami Menyatu padu membentuk api Api yang bersumbu dari hati Pikirakanlah! Tentang kebaikan dan kesetiaan, Kesucian dan kelembutan, juga pengendalian Rasakan detak jantung di dadamu Tiada henti menghidupi Begitu pula aku

Jangan bertanya mengenai pilihan atau uraian

Kehidupan yang sedang kita alami ini bukanlah sebuah pilihan maupun uraian. Banyak orang bertanya, " Hei! Kalian hidup ingin senang atau ingin susah? ", dan hanya ada satu jawaban sesuai dengan pilihan kita. Jika hidup kita hanya memilih dan memilih saja, di mana nilai proses itu. Memang memilih juga berat, karena tidak sembarangan kita juga memilih. Tetapi yang belum kita sadari, bahwa hidup juga uraian proses dari pilihan kita. Jika kita memilih hidup untuk bahagia, uraian dari pilihan itu adalah apa yang membuat kita bahagia, siapa yang membuat kita bahagia, kapan kita bahagia, mengapa kita memilih bahagia, bagaimana kita tetap bahagia dan lain sebagainya. Hal - hal tersebut tidak dapat diisikan dengan pilihan, tapi diisikan dengan uraian. Sehingga, hidup bukanlah pilihan atau uraian. Namun hidup itu sebuah pilihan yang mana pilihan itu akan dipenuhi dengan uraian yang menjadikan pengalamam hidup kita.