Langsung ke konten utama

DI PINJAM TUHAN



Gemuk, putih, pintar dan pendiam itulah Andri Nur Setyawan. Dia sering di panggil Andri. Andri ini memiliki watak pendiam, karena ada sesuatu yang mengganjal di benaknya. Dia tidak suka bergaul dengan teman sebayanya, lebih suka menyendiri. Ada apa dengan gerangan? Yups, dia memiliki keterbatasan fisik. Dia tak memiliki jari yang utuh di tangan kanannya, hanya ada 1 ibu jari kanan yang menemaninya. Sehingga, dia harus memakai tangan kirinya untuk melakukan segala aktivitas dan tangan kanannya itu hanya sebagai pendukung saja.

Suatu saat, dia berseru dalam hati saat berdoa, “ Tuhan, apa salah hambamu ini? Kau lahirkan aku dengan keterbatasan fisik seperti ini. Aku malu Tuhan dengan teman – temanku. Mereka menghinaku, merendahkanku, dan aku seperti terkucilkan di dunia ini. “. Namun, mujizat terjadi pada dirinya. Ketika dia berdoa, dia mendengarkan suara yang jelas di telinganya, “ Anakku, jangan kau berkecil hati. Aku sedang meminjam jarimu, Aku akan mengembalikan jarimu ini ketika kau bersamaKu nanti. Tenanglah, Aku akan melindungimu. “. Tanpa diragukan bahwa itu adalah jawaban dari Tuhan. Lalu dia terharu dan mengucap syukur. Akhirnya, Andri dapat motivasi kuat oleh Sang Pencipta dan dia bahagia selalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI " SEPISAUPI "

BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEPISAUPI Sepisau luka sepisau duri Sepikul desa sepukau sepi Sepisau duka serisau diri Sepisau sepi sepisau nyanyi Sepisaupa sepisaupi Sepisapanya sepikan sepi Sepisaupa sepisaupi Sepikul diri sekeranjang diri Sepisaupa sepisaupi Sepisaupa sepisaupi Sepisau sepisaupi Sampai pisaunya ke dalam nyanyi Oleh : Sutardji Calzoum Bahri A.     Analisis Puisi “ SEPISAUPI “.   Pendahuluan Sastra dengan bahasa merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara sastra dengan bahasa bersifat dialektis (Wellek dan Warren, 1990: 218). Bahasa sebagai sistem tanda primer dan sastra dianggap sebagai sistem tanda sekunder menurut istilah Lotman (dalam Teeuw, 1984: 99). Bahasa sebagai sistem tanda primer membentuk model dunia bagi pemakainya, yakni sebagai model yang pada prinsipnya digunakan untuk mewujudkan konseptual manusia di dalam menafsirkan segala sesuatu baik di dalam maupun di luar dir...

Begitulah Aku

Meramu kata dalam kalbu Terilhami oleh dirimu Menggerogoti akal budi Mempertanyakan lagi rasa ini Lakumu telah mengurungku Membatasi ruang Menjadi portal dalam hidup Ketabahan dan ikhlas ialah kunci Meleburkan setiap angkara Luka batin yg tak terselami Menyatu padu membentuk api Api yang bersumbu dari hati Pikirakanlah! Tentang kebaikan dan kesetiaan, Kesucian dan kelembutan, juga pengendalian Rasakan detak jantung di dadamu Tiada henti menghidupi Begitu pula aku

Jangan bertanya mengenai pilihan atau uraian

Kehidupan yang sedang kita alami ini bukanlah sebuah pilihan maupun uraian. Banyak orang bertanya, " Hei! Kalian hidup ingin senang atau ingin susah? ", dan hanya ada satu jawaban sesuai dengan pilihan kita. Jika hidup kita hanya memilih dan memilih saja, di mana nilai proses itu. Memang memilih juga berat, karena tidak sembarangan kita juga memilih. Tetapi yang belum kita sadari, bahwa hidup juga uraian proses dari pilihan kita. Jika kita memilih hidup untuk bahagia, uraian dari pilihan itu adalah apa yang membuat kita bahagia, siapa yang membuat kita bahagia, kapan kita bahagia, mengapa kita memilih bahagia, bagaimana kita tetap bahagia dan lain sebagainya. Hal - hal tersebut tidak dapat diisikan dengan pilihan, tapi diisikan dengan uraian. Sehingga, hidup bukanlah pilihan atau uraian. Namun hidup itu sebuah pilihan yang mana pilihan itu akan dipenuhi dengan uraian yang menjadikan pengalamam hidup kita.