Langsung ke konten utama

Terima Kasih Tuhan



“ Terima kasih Tuhan, Kau telah memberikanku kesempatan untuk hidup di tengah keadaanku yang terbatas ini .... “

Itulah doa yang selalu ia panjatkan pada Tuhan. Keterbatasannya itu tidak menutup kemungkinan untuk Tuhan memberinya sebuah anugerah yang luar biasa. Aldianlah salah satu anak Tuhan yang di pilih untuk melayaniNya. Dia sosok lelaki yang tangguh dan Tuhan memberikannya talenta bermain musik dalam keadaan buta.

Apa awalnya, Aldian lahir prematur. Setelah proses persalinan, ia di letakkan di sebuah inkubator. Sayangnya, sinar inkubator yang menyinari Aldian ini membuat matanya buta. Setelah usia 5 tahun, karena dia buta, dia diperlakukan berbeda oleh orang - orang disekitarnya, termasuk orang tuanya. Dia sering ditampar, dihina dan dimarahi dengan kata – kata yang tak pantas di dengar untuk seusianya. Kemudian, orang tuanya membawanya ke sebuah yayasasan dan meninggalkannya di tempat itu. Di yayasan tersebut, ia mulai dikenalkan dengan Tuhan Yesus. Dari hal itulah, Tuhan berkehendak lain.

Di yayasan tersebut, dia mendapatkan kasih dari pengasuhnya dan luar biasanya Tuhan memberikannya anugerah talenta bermain musik. Walau dalam keadaan buta, dia dapat bermain lebih dari 12 jenis musik. Dia sangat bersyukur, karena dengan keadaan seperti itu dan talenta yang diberikanNya, ia dapat melayani Tuhan. Orang – orang disekitarnya yang sering menghina, kini telah bungkam dan takjub melihat mujizat yang terjadi pada diri Aldian.

Aldian mempunyai satu prinsip yang begitu luar biasa, yaitu “ Saya hidup untuk melayani Tuhan dengan talenta yang dieberikanNya “.

Pada akhirnya, orang tua Aldian kembali menemuinya dan memohon maaf. Walau pada masa lalu Aldian kurang menyenangakan, tapi Aldian percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juru S’lamat yang memiliki Rencana Indah. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS PUISI " SEPISAUPI "

BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEPISAUPI Sepisau luka sepisau duri Sepikul desa sepukau sepi Sepisau duka serisau diri Sepisau sepi sepisau nyanyi Sepisaupa sepisaupi Sepisapanya sepikan sepi Sepisaupa sepisaupi Sepikul diri sekeranjang diri Sepisaupa sepisaupi Sepisaupa sepisaupi Sepisau sepisaupi Sampai pisaunya ke dalam nyanyi Oleh : Sutardji Calzoum Bahri A.     Analisis Puisi “ SEPISAUPI “.   Pendahuluan Sastra dengan bahasa merupakan dua bidang yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan antara sastra dengan bahasa bersifat dialektis (Wellek dan Warren, 1990: 218). Bahasa sebagai sistem tanda primer dan sastra dianggap sebagai sistem tanda sekunder menurut istilah Lotman (dalam Teeuw, 1984: 99). Bahasa sebagai sistem tanda primer membentuk model dunia bagi pemakainya, yakni sebagai model yang pada prinsipnya digunakan untuk mewujudkan konseptual manusia di dalam menafsirkan segala sesuatu baik di dalam maupun di luar dir...

Begitulah Aku

Meramu kata dalam kalbu Terilhami oleh dirimu Menggerogoti akal budi Mempertanyakan lagi rasa ini Lakumu telah mengurungku Membatasi ruang Menjadi portal dalam hidup Ketabahan dan ikhlas ialah kunci Meleburkan setiap angkara Luka batin yg tak terselami Menyatu padu membentuk api Api yang bersumbu dari hati Pikirakanlah! Tentang kebaikan dan kesetiaan, Kesucian dan kelembutan, juga pengendalian Rasakan detak jantung di dadamu Tiada henti menghidupi Begitu pula aku

Jangan bertanya mengenai pilihan atau uraian

Kehidupan yang sedang kita alami ini bukanlah sebuah pilihan maupun uraian. Banyak orang bertanya, " Hei! Kalian hidup ingin senang atau ingin susah? ", dan hanya ada satu jawaban sesuai dengan pilihan kita. Jika hidup kita hanya memilih dan memilih saja, di mana nilai proses itu. Memang memilih juga berat, karena tidak sembarangan kita juga memilih. Tetapi yang belum kita sadari, bahwa hidup juga uraian proses dari pilihan kita. Jika kita memilih hidup untuk bahagia, uraian dari pilihan itu adalah apa yang membuat kita bahagia, siapa yang membuat kita bahagia, kapan kita bahagia, mengapa kita memilih bahagia, bagaimana kita tetap bahagia dan lain sebagainya. Hal - hal tersebut tidak dapat diisikan dengan pilihan, tapi diisikan dengan uraian. Sehingga, hidup bukanlah pilihan atau uraian. Namun hidup itu sebuah pilihan yang mana pilihan itu akan dipenuhi dengan uraian yang menjadikan pengalamam hidup kita.